Our News

berita

26% Alokasi Dana Pendidikan DIY dari APBD

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan DPRD DIY menyepakati anggaran pendidikan pada APBD 2019 sebesar Rp 1,08 triliun yang tertuang dalam pengantaran Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2019.

Penggunaan dana tersebut antara lain untuk pembiayaan program pendidikan menengah sebesar Rp 903,2 miliar yang rata-rata untuk mendukung biaya operasional per siswa.

Berdasarkan data pengantaran PPAS tahun anggaran 2019, dana program pendidikan menengah sebesar Rp 903,2 miliar itu terdiri atas penyediaan BOS dan Bosda direncanakan sebesar Rp 651,8 miliar, penyediaan beasiswa pendidikan menengah Rp30,9 miliar, biaya operasional SMA Negeri sebanyak Rp 81,6 miliar, biaya operasional SMK Rp 116,1 miliar.

Serta untuk pembinaan siswa SMA direncanakan Rp 6,6 miliar dan SMK sebesar Rp 13,2 miliar, dukungan saranadan prasarana pendidikan menengah Rp 482,2 juta, pembinaan dan pengembangan mutu SMA Rp937,9 juta dan SMK Rp 1,3 miliar.

Dikatakan anggota Komisi D DPRD DIY Atmaji, anggaran pendidikan di DIY sudah melebihi amanat perundangan karena mencapai 26 persen dari total APBD DIY. DPRD DIY sudah menyepakati setuju dengan perencanaan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di DIY. Besaran itu sebagai salah satu upaya DIY dalam mencanangkan belajar 12 tahun meski belum wajib.

“Sehingga tidak ada lagi pelajar DIY yang putus sekolah hanya karena tidak memiliki biaya sehingga anak-anak DIY minimal tamat SMA/SMK sederajat. Anggaran pendukung dari BOS, Bosda dan operasional sekolah diberikan melalui nominal beasiswa lumayan tinggi,” katanya.

Beasiswa pendidikan menengah, terdiri atas beasiswa prestasi, yang direncanakan untuk 500 siswa dengan target menurunkan persentase angkat putus sekolah dari 0,12 persen di 2018 menjadi 0,10 persen di tahun 2019.

Sedang siswa kurang mampu, diberikan melalui kartu cerdas untuk jenjang pendidikan menengah bagi 20.000 siswa.

Berdasarkan perhitungn Disdikpora DIY, didapatkan data biaya operasional SMA dengan nilai Rp 3,5 juta per siswa dan SMK di atas Rp 4 juta per siswa setiap tahun. Jumlah itu dihasilkan dari BOS, Bosda dan dari APBD DIY 2019.

Nominalnya lebih besar diberikan kepada SMK karena biaya praktik yang dikeluarkan relatif mahal, banyak bahan praktik SMK yang hanya bisa sekali pakai saja.

Diketahui, total jumlah sekolah menengah di DIY, SMA Negeri ada 69 sekolah, SMA khusus olahraga delapan, serta 49 SMK Negeri, tiga SMK Kelautan dan empat SMK bidang perhotelan.

Sumber : beritasatu.com

  • Share:

Leave a Comment

sing in to post your comment or sign-up if you don't have any account.