Our News

pendidikan

Tips Perawatan Gigi Anak

Kesehatan gigi anak perlu diperhatikan sejak kecil. Meskipun gigi susu yang tumbuh di masa balita akan digantikan dengan gigi tetap, namun gigi susu punya peranan yang besar untuk membantu anak belajar mengunyah dan belajar berbicara. Gigi susu ternyata juga punya peran untuk menyiapkan ruang bagi tumbuhnya gigi tetap. Jika gigi susu tidak dirawat dengan baik, maka besar kemungkinan gigi tetap si kecil tumbuh berantakan.

Agar gigi susu si kecil tetap sehat, Moms dan Dads perlu merawatnya segera setelah gigi pertama bayi tumbuh. Beberapa hal di bawah ini dapat Moms dan Dads lakukan untuk merawat gigi susu pada anak.

 

Pilih Sikat dan Pasta Gigi yang Tepat

Sebelum membiasakan si kecil untuk menyikat gigi sejak dini, Moms dan Dads perlu memilih sikat gigi bayi dan pasta gigi yang tepat untuknya. Untuk bayi di bawah usia satu tahun, pilih sikat gigi bayi berbentuk Baby Finger Toothbrush yang elastis dan lembut untuk gigi serta gusi bayi.

 

Jika si kecil sudah bisa menggenggam dan mengarahkan sikat gigi bayi ke dalam mulutnya, berarti sudah saatnya Moms dan Dads memilih sikat gigi bayi dengan ukuran kepala sikat yang kecil. Perhatikan informasi sasaran umur pada kemasan gigi karena setiap sikat gigi bayi telah didesain khusus sesuai dengan pertumbuhan gigi anak.

 

Sementara untuk pasta gigi, pilihlah pasta gigi khusus anak. Menggunakan pasta gigi beraroma diperbolehkan hanya saja perlu diperhatikan ukurannya. Untuk merawat gigi bayi yang baru tumbuh, Moms dan Dads dapat memilih pasta gigi rendah fluoride dengan ukuran pea size atau bisa juga mengoleskan tipis-tipis pada permukaan sikat gigi.

 

Cara Sikat Gigi Anak yang Benar

Selain memilih sikat dan pasta gigi yang tepat, Moms dan Dads juga perlu memperhatikan cara sikat gigi bayi yang benar. Sama seperti sikat gigi pada orang dewasa, sikat gigi bayi juga perlu dilakukan setidaknya dua kali sehari. Sikat gigi pertama pada pagi hari 3o menit setelah si kecil sarapan dan satu lagi setelah si kecil menyusu di malam hari sebelum tidur. Pastikan untuk menerapkan jadwal yang teratur agar si kecil terbiasa saat dewasa nanti.

 

Untuk merawat gigi susu, sikatlah gigi bayi dengan gerakan memutar hingga menyentuh seluruh permukaan gigi dan gusinya. Cukup lakukan gerakan dengan lembut agar tidak melukai gigi maupun gusi si kecil. Jika sudah selesai, bilas atau ajari si kecil untuk berkumur dan membuang sisa air dari mulutnya. Agar si kecil tidak kaget, Moms dan Dads dapat menggunakan air hangat. Moms dan Dads dapat pula mengajak si kecil untuk sikat gigi bersama-sama supaya anak bersemangat dan lebih mudah memahami bagaimana cara menyikat gigi yang benar.

 

Batasi Konsumsi Makanan Manis

Selain sikat gigi bayi secara teratur, Moms dan Dads juga perlu memperhatikan konsumsi makanan manis pada anak. Gula punya kemampuan untuk merusak permukaan gigi. Karena itu, batasi pemberian makanan ataupun minuman manis pada anak. Moms dan Dads juga bisa memberikan air putih pada anak setelah ia mengonsumsi makanan atau minuman manis untuk mengurangi gula yang mungkin menempel pada giginya.

 

Periksakan Gigi Anak pada Dokter Gigi

Mengunjungi dokter gigi bukan hanya perlu dilakukan saat terdapat masalah pada gigi anak. Biasakan untuk selalu memeriksakan kesehatan gigi anak secara rutin untuk mencegah gangguan pada gigi bayi. Tak ada salahnya juga untuk mulai membawa si kecil ke dokter gigi sejak gigi pertamanya tumbuh, terlebih jika Moms dan Dads punya riwayat penyakit gigi tertentu. Dengan pemeriksaan lebih dini, resiko sakit pada gigi anak pun dapat dicegah.

 

 

Itu tadi beberapa hal yang dapat Moms dan Dads lakukan untuk merawat gigi anak sejak dini. Dengan mengajarkan kebiasaan baik sejak dini, bukan hanya kesehatan gigi anak yang terjaga, si kecil pun akan terbiasa untuk merawat kesehatan dirinya hingga dewasa sehingga tidak akan mengalami masalah berarti dengan kesehatan giginya.

Namun memang mengajari si kecil untuk melakukan kebiasaan baik menyikat gigi tidaklah mudah, Moms & Dads bisa loh memberikan contoh dengan menggunakan karakter kartun seperti Shimajiro. Biasanya anak kecil akan mudah tertarik dan mengerti jika ada contoh dari karakter kartun yang lucu. Moms dan Dads juga bisa mengajarkan dengan mainan edukasi dan video edukasi Kodomo Challenge karena Kodomo Challenge memberikan pembelajaran mengenai kebiasaan baik yang sesuai dengan usia si kecil. Jadi, Moms dan Dads menjadi lebih mudah dalam memberikan contoh, selamat mencoba ya!

Sumber : shimajiro.id

  • Share:

Leave a Comment

sing in to post your comment or sign-up if you don't have any account.