Our News

berita

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih SD dan SMP

Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Anak beserta orang tua dituntut untuk dapat memilih sistem pendidikan beserta sekolah yang tepat, termasuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pasalnya, pendidikan yang sesuai dengan anak akan membantu menentukan masa depan anak.

Ahli perkembangan anak Ghianina Armand menyebut setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Menurut Ghianina, tidak ada satu sistem edukasi yang cocok untuk semua anak.

“Tidak ada satu sistem edukasi yang cocok untuk semua anak. Pilihan pendidikan bergantung terhadap kemampuan, keterampilan, dan peminatan anak,” kata Ghianina kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/6).

Ghianina menjelaskan kemampuan adalah kapasitas seseorang dalam melakukan aktivitas atau pekerjaan. Sementara keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan akal, pikiran, kreativitas dalam mengerjakan atau mengubah suatu hal yang bermakna yang dapat menghasilkan sebuah nilai dari pekerjaan tersebut.

Sedangkan peminatan adalah keputusan seorang anak dalam memilih bidang yang sesuai minat, bakat, dan kemampuan mereka. Ketiga hal ini pada umumnya dapat diukur melalui tes minat dan bakat. Namun, karena minat anak dapat berubah-ubah dan bakat anak masih dalam tahap eksplorasi pencarian, tes minat dan bakat sebaiknya dilakukan pada usia 13 tahun ke atas atau saat memasuki SMP.

“Pada usia ini, minat dan bakat anak sudah lebih terbentuk,” tutur Ghianina yang merupakan konselor di Personal Growth.

Secara umum, pemilihan sekolah untuk anak SD dan SMP tak jauh berbeda. Pada SMP, saat minat dan bakat sudah mulai terlihat anak sudah dapat diarahkan sesuai dengan minat dan bakat tersebut.

Berikut beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam memilih sekolah yang tepat bagi anak SD dan SMP.

1. Nilai moral
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Ghianina menyarankan untuk anak yang akan memasuki sekolah dasar, agar orang tua dapat mencari pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini. Perlu juga diupayakan konsistensi nilai antara sekolah dan keluarga agar anak tidak bingung.

“Maka untuk anak usia SD, ketika hendak memilih atau pun menentukan pendidikan terbaik untuk anak, sangat disarankan untuk mencari pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai moral agar hal tersebut mulai ditanam sejak usia dini,” ucap Ghianina.

2. Sesuai karakteristik dan kemampuan 
Selain itu, pilihlah sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan anak.

“Contohnya, apakah anak lebih cocok dengan sekolah yang fokus dengan belajar secara individual, atau secara kelompok dengan berbagai permainan atau proyek. Atau bisa juga sekolah yang berfokus banyak pada aktivitas outdoor seperti olahraga, pramuka, dan lain-lain,” kata Ghianina.

Anak juga bisa diarahkan dengan menyesuaikan pemilihan program pendidikan dengan kemampuan dan ketertarikan mereka. Dalam hal ini, orang tua dituntut harus selalu peka untuk menyadari apabila terdapat peningkatan positif atau perubahan pada anak yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan perkembangan di masa sekolah.

3. Eksplorasi
Pilih sistem pendidikan yang dapat mengajarkan anak untuk bereksplorasi terhadap beragam aktivitas sehingga dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan dan minat. Pada masa perkembangan, anak harus diberikan kebebasan untuk mencari tahu dan memilih apa yang mereka sukai.

Selain itu, disiplin juga mesti ditanamkan sejak dini dalam pendidikan. Ghianina menyebut disiplin sangat penting karena usia sekolah adalah masa pembentukan karakter yang akan mempengaruhi kepribadian saat dewasa.

4. Ekstrakurikuler
Orang tua juga harus mengetahui apa yang diperlukan anak selama masa perkembangan lantaran setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda.

“Misalnya, pilih ekstrakurikuler yang diminati anak, begitu juga kursus dan berbagai aktivitas lain di luar sekolah,” ujar Ghianina.

Tetapkanlah prioritas yang harus diikuti, sehingga anak tidak kelelahan. Energi yang terkuras dapat membuat anak kehilangan kesempatan mengembangkan aspek perkembangan lainnya.

5. Program
Orang tua juga mesti memperhatikan program atau pelajaran yang diberikan oleh sekolah. Pastikan program tersebut mendorong perkembangan dalam aspek psikologis seperti kemampuan akademis dasar, keterampilan sosial, dan kemampuan motorik.

“Apakah sekolah tersebut memiliki program yang dapat mendorong perkembangan aspek-aspek psikologis tersebut dan apakah program tersebut mencapai sasaran/target perkembangan aspek-aspek itu dalam jenjang usia pertumbuhan anak,” kata Ghianina.

6. Jarak 
Dalam memilih sekolah, perlu dipertimbangkan pula jarak antara rumah ke sekolah. Kemudahan transportasi dan waktu tempuh mesti dipertimbangkan karena anak masih berusia dini.

Jarak yang terlalu jauh sehingga menghabiskan waktu di perjalanan akan membuat anak lelah dan mengganggu kelancaran aktivitas di sekolah, seperti mengantuk.

Sumber: Cnnindonesia.com

  • Share:

Leave a Comment

sing in to post your comment or sign-up if you don't have any account.