Kasus positif COVID-19 di dunia semakin bertambah setiap hari. Sifat penularannya yang masif dan global membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melabeli penyakit yang disebabkan virus Corona ini sebagai pandemi.

Namun, diharapkan seluruh masyarakat agar tidak menjadi cemas, khawatir, panik, atau takut. Masyarakat diminta bijak dalam mengonsumi berbagai informasi seputar virus Corona untuk meredam perasaan tak nyaman akibat situasi yang sedang terjadi sekarang ini. Pasalnya, tak dimungkiri, pemberitaan terkait COVID-19 mengalir deras karena menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.Rasa ingin tahu masyarakat perihal virus Corona masih sangat tinggi. Tak heran, berbagai informasi yang disajikan, bakal dilahap.

Pertanyaan seperti, gejala apa yang dirasakan jika seseorang terpapar virus Corona, bagaimana penularan virus Corona, bagaimana pencegahan agar tidak tertular, hingga tips apa yang bisa dilakukan agar tak bosan saat melakoni swakarantina, masih dicari masyarakat. Sangat disarankan, masyarakat luas bisa memperoleh berbagai informasi resmi seputar COVID-19 dari sumber-sumber tepercaya, seperti dari pemerintah masing-masing negara, media massa kredibel, hingga laman WHO.

menyajikan beberapa fakta seputar virus Corona penyebab COVID-19 yang diambil dari berbagai sumber, diharapkan bisa menjadi bekal dalam melewati pandemi ini dengan baik.

Menyebar ke Seluruh Dunia

Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 telah menyebar hingga lebih dari 80 negara. Dilansir dari laman WHO, pandemi virus Corona hingga saat ini telah mencapai lebih dari 334 ribu kasus di seluruh dunia.

Diduga dari Kelelawar

Virus Corona diduga berasal dari sebuah pasar hewan yang ada di Wuhan, China. Pasar Huanan menjual kuliner ekstrem, seperti kelelawar, burung merak, koala, burung unta, hingga anak serigala.

Virus Corona merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang ditularkan antara hewan dan manusia. Menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, juga telah menegaskan mengenai hubungan antara kelelawar dan virus Corona.

Kerabat Dekat SARS dan MERS

Virus Corona adalah induk dari tiga penyakit yang ditemukan saat ini, seperti SARS-CoV, MERS-CoV, COVID-19. Struktur COVID-19 hampir sama SARS CoV dan MER CoV.

Virus Corona sebenarnya telah teridentifikasi hampir enam dekade terakhir. Kasus SARS-CoV pertama kali muncul pada November 2002 di China. Epidemi SASR berakhir pada pertengahan 2003 dan telah menjangkiti 8098 orang di beberapa negara.

Negara yang pernah terjangkit wabah SARS, seperti Hong Kong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, dan Rusia, hingga Amerika Serikat. Sedangkan MERS pertama kali dilaporkan pada November 2012 di Arab Saudi. MERS memakan korban jiwa sekitar 858 orang dan mewabah tiga kali, yakni pada 2012, 2016, dan 2018.

Tingkatan Fatal yang Berbeda

Virus Corona menyebabkan tiga penyakit yang hampir serupa, seperti COVID-19, SARS CoV, dan MERS CoV. Namun, ketiga penyakit tersebut memiliki tingkatan risiko kematian yang berbeda-beda. Menurut catatan WHO, MERS memiliki tingkat keparahan risiko kematian sebesar 37 persen, sedangkan SARS sebesar 10 persen.

Sedangkan COVID-19, yang sedang jadi pandemi sekarang, sejauh ini tidak semengerikan dibandingkan SARS dan MERS. Walau begitu, kasus baru terus bertambah dan korban meninggal meningkat akibat penyakit COVID-19.

Belum Ada Vaksin

Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

Risiko Bisa Diminimalisasi

Vaksin untuk COVID-19 belum ditemukan, namun Anda bisa mencegah terinfeksi virus Corona. Dilansir dari laman National Institutes of Health-Coronavirus, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus Corona:

  • Mencunci tangan hingga bersih selama 20 detik dengan sabun atau hand sanitizer minimal 60 persen kadar alcohol
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sakit
  • Hindari menyentuh area segitiga wajah ketika tangan kotor
  • Gunakan masker ketika berpergian atau di luar ruangan
  • Perhatikan etika ketika batuk atau bersin

Status Menurut WHO

Virus Corona yang telah menyerang lebih dari 180 negara dinyatakan sebagai ‘public health emergency’ oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Virus Corona ditetapkan sebagai darurat kesehatan global, memperlihatkan perkembangan dari segi kasus terbaru atau korban meninggal akibat COVID-19.

 

 

Sumber: WHO